Fiuh , dilema dan dilema lagi mungkin kurang pas dalam hidup dilewati tanpa ada dilema dan kebimbangan , dan begitu pula apa yang menimpa gue dan teman gue belakangan ini . Lewat chatting beberapa teman gue pernah mengungkap betapa mereka merasa tersiksa akan perasaan cinta yang dipisahkan oleh perbedaan keyakinan .
Miris memang untuk dilihat , di tengah bergeloranya perasaan dua insan manusia ditambah bumbu manis saat mereguk nikmatnya menjalin asmara . Berikut penuturan teman gue yang udah lama pacaran sama pacar dia kurang lebih 7 tahun terhitung dari gue baru masuk SMA dan dia umurnya memang lebih tua jauh dari gue tapi gue asyik aja ngajak ngobrol dan bercanda sewajarnya ABG labil , itung itung nostalgia lah gabung maen sama gue .
Mbak Iin : Tha , aku bingung kalau diminta harus memilih antara agama dan Bli Gede
Itha : Memang berat sich mbak , ok deh biar tidak timpang Itha mau tahu keputusan akhir mbak
gimana?
Mbak Iin : Kalau pun mbak pisah dari Bli Gede itu pasti sulit banget , tapi di sisi lain mbak belum
merasakan kecocokan hati untuk berpindah keyakinan ?
Gue dari hati kecil pun bisa merasakan kebimbangan yang terjadi , karena sedikit tidaknya gue ikut perjalanan cinta Bli Gede (tetangga gue yang paling baik hati ) dengan kekasihnya Mbak Iin sudah 7 tahun di lewati tentunya luar dan dalem dan rasa saling pengertian akan sikap masing masing sudah cukup di rasa tinggal persiapan mental untuk ke jenjang lebih tinggi , yakni pernikahan ditambah dengan kematangan usia sebagai salah satu faktor pendukung.
Saran gue yakni ambilah sikap dimana tempatkan posisi kalian (bagi yang mengalami problema yang sama ) disaat dimana kalian sudah menjalani biduk pernikahan . Bayangkan dimana letak ketimpangan yang terjadi , keyakinan ada segala sesuatu yang memang benar benar kita yakini , jikalau hanya faktor pernikahan semata di pergunakan sebagai landasan untuk berpindah. Karena yang gue takutkan akan ada polemik berkepanjangan yang disebabkan belum adanya keyakinan diri untuk menjalani sesuatu yang baru .
"Biarkan itu menjadi pilihan hati , bukan mengatasnamakan pernikahan atau cinta kepada seorang manusia , tapi memang benar cinta dan tulus untuk memahami ajarannya "
Gue ingat sebuah sloka yang hingga kini sebagai panutan gue untuk berfikir tentang hakikat kehidupan ini
" Ekam Sat Wiprah Bahuda Wadanti "
Tuhan memang satu namun orang bijaksana menyebut dengan banyak nama
Gue tahu dimana letak yang membedakan beliau sekarang yakni diri kita sendiri sebagai manusia lah yang membuat berbeda .
Mengingatkan akan sebuah lagu yang sering di dendangkan seorang yang spesial dalam hidup gue , hehe pinjem bentar yah abis ngena banget sama topik ini (kerlingin mata sambil julurin lidah )
Peri cinta ku by Marcell
Di dalam hati ini hanya satu nama
yang ada di tulus hati ku ingini
kesetiaan yang indah takkan tertandingi
hanyalah dirimu satu peri cintaku
benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
huuuuuu
aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
benteng begitu tinggi sulit untuk ku gapai
huuuuuu
aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
bukankah cinta anugerah berikan aku kesempatan
tuk menjaganya sepenuh jiwa oooh
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
(aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda)
Tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Sebuah naskah dari film yang gue suka banget contents dan pesan yang disampaikan
Since they call You with different names
They can't love each other
Why did God create us differently if God only wants tobe worshipped in one way?
That's why God created love
So all the differences could be united
God, who we call with different names and worship in differerent ways
Thank you for all the blessing You gave us
Please lead us not to temptation
God , you are a director in ours own lifes
Tidak ada komentar:
Posting Komentar