Minggu, 20 Februari 2011

Aku mundur dari langkahku

Sehingga detakmu kudengar,
Aku rapuh dalam diam.
Memohon waktu memecah sunyi,
Aku lupa tentang badai musim lalu hingga kini langit begitu kelam,
menggumpal awan pekat menggulung semua rasaku.
Detik ini aku luruh dalam hujanmu yang menganak sungai dihatimu.
Argghh...aku terlalu semu untuk kau jamah,
apa kau tak lihat aku mengeluarkan taringku,
akan menghisap seluruh darahmu...
Hingga kau terlupa akan jiwamu.
Sejak lalu...
Bau musim lalu mengalir dinaluriku,tapi aku terlalu binal,,,aku terlupa arah...
Lihat...aku buas n kejam sejauh ketaklayakanku aku binasa dalam rasa hampa,
tak ingin pisauku melubangi hatimu lebih dalam.
Cukup aku yang rasakan
dan kau pergilah dengan kepakan sayap kecil mu
membumbung tinggi dalam pencapaian cita
Maafkan aku .

1 komentar: